Menggunakan Selebriti Hollywood dalam kampanye pemasaran perjudian menjadi tren yang banyak dilakukan perusahaan besar guna menarik perhatian audiens secara instan. Biaya yang dikeluarkan untuk kontrak dengan bintang ternama memang sangat fantastis, namun dampaknya terhadap kesadaran merek sering kali sangat masif dalam waktu yang singkat. Menggunakan Selebriti Hollywood memungkinkan perusahaan untuk menjangkau basis penggemar yang luas dari sang aktor, yang mungkin sebelumnya tidak pernah menyentuh layanan permainan daring. Eksposur ini menjadi dorongan besar bagi perusahaan untuk mendapatkan posisi yang kuat di pasar global yang sangat ramai oleh berbagai macam penawaran dari banyak kompetitor.
Namun, efektivitas investasi ini sering kali dipertanyakan jika tidak dibarengi dengan kualitas produk yang mampu menahan minat pemain setelah mereka mendaftar. Jika pemain merasa kecewa dengan pengalaman bermain yang ditawarkan, maka ketenaran selebriti tidak akan cukup untuk mempertahankan mereka dalam jangka panjang. Menggunakan Selebriti Hollywood adalah langkah awal yang sangat efektif untuk memperkenalkan merek, tetapi setelah itu, kualitas layananlah yang menjadi penentu utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. Perusahaan harus berhati-hati agar biaya besar ini tidak menjadi pemborosan yang tidak menghasilkan konversi yang nyata bagi pertumbuhan bisnis mereka secara berkelanjutan nantinya.
Selain itu, reputasi selebriti yang dipilih harus sejalan dengan citra perusahaan yang ingin dibangun di mata masyarakat dan otoritas pengawas. Jika terjadi skandal yang melibatkan sang bintang, maka citra perusahaan pun bisa terkena dampak negatif yang sangat serius secara reputasi. Menggunakan Selebriti Hollywood menuntut riset mendalam mengenai latar belakang dan perilaku mereka di luar layar agar risiko seperti ini dapat diminimalkan sejak dini. Keputusan untuk bekerja sama dengan nama besar adalah pertaruhan yang memiliki risiko dan imbalan yang sama besarnya, sehingga manajemen harus mempertimbangkan semua aspek sebelum melangkah lebih jauh.
Banyak perusahaan kini mulai beralih ke influencer media sosial yang memiliki pengikut lebih tertarget, karena dianggap lebih ekonomis dan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan audiens mereka. Namun, bagi merek yang ingin menunjukkan dominasi pasar dan prestise, kekuatan nama besar tetap menjadi pilihan yang sangat sulit untuk diabaikan begitu saja. Menggunakan Selebriti Hollywood tetap memberikan kesan eksklusivitas yang sulit dicapai oleh promosi yang dilakukan secara konvensional. Strategi ini tetap relevan selama perusahaan dapat mengukur ROI dengan akurat dan memastikan bahwa kampanye yang dijalankan benar-benar tepat sasaran bagi target pasar yang mereka incar.